Bupati Gunungkidul Dorong Padat Karya 2025, Jalan Rabat Beton Dibangun di Pacarejo

Endah Subekti Kuntariningsih Tegaskan Padat Karya Tak Hanya Bangun Jalan, Tapi Perkuat Ekonomi Warga

MCI – Semanu, Gunungkidul, DIY | Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam meningkatkan infrastruktur perdesaan melalui Program Padat Karya Infrastruktur Tahun 2025. Program tersebut dilaksanakan di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, dengan fokus pembangunan jalan rabat beton dan cor blok di Padukuhan Cempluk dan Piyuyon.

Menurut Bupati, program padat karya tidak hanya bertujuan memperbaiki akses jalan antar-dusun, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memberdayakan masyarakat dan menyerap tenaga kerja lokal. Jalan lingkungan yang sebelumnya sempit dan kurang layak kini ditingkatkan menjadi jalan cor blok penuh dengan lebar yang lebih memadai.

Program yang bersumber dari APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2025 ini berada di bawah pelaksanaan Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Tenaga Kerja. Kegiatan berlangsung selama 8 hingga 20 Desember 2025.

Dalam pelaksanaannya, Padat Karya Infrastruktur ini melibatkan rata-rata 23 orang tenaga kerja lokal dengan total 12 Hari Orang Kerja (HOK). Upah harian diberikan sesuai ketentuan, yakni Ketua Kelompok Rp118 ribu, Tukang Rp92 ribu, dan Pekerja Rp82 ribu.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/sewa-tikar-rp-50-ribu-bikin-geger-pantai-drini-dihujani-protes-wisatawan-ngaku-kapok/

Bupati Endah juga mengapresiasi partisipasi dan kekompakan warga Padukuhan Cempluk dan Piyuyon yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan. Ia berharap pembangunan infrastruktur melalui skema padat karya dapat terus menjangkau wilayah perdesaan, baik untuk jalan lingkungan maupun jalan usaha tani, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal dan gotong royong masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *