Aktif Organisasi hingga Kampus Mengajar, Desi Safitri Raih Lulusan Terbaik UNY

Mahasiswi Pendidikan IPA FMIPA UNY Cetak IPK 3,95 pada Wisuda Periode Februari 2026

MCI – Yogyakarta, DIY | Kesuksesan Desi Safitri meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi jenjang sarjana pada Wisuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode Februari 2026 tidak diraih secara instan. Mahasiswi Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas MIPA UNY tersebut diwisuda pada Rabu (11/2/2026) di GOR UNY, setelah menempuh proses panjang yang ditempa melalui aktivitas akademik, organisasi, dan pengabdian di bidang pendidikan.

Pencapaian ini merupakan hasil konsistensi Desi dalam menyeimbangkan perkuliahan dengan aktivitas pengembangan diri di luar kelas. Selama masa studi, ia aktif di Himpunan Mahasiswa IPA (HIMA IPA) UNY dan pada 2024 dipercaya menjadi Kepala Divisi pada BSO IPA Mengajar. Melalui peran tersebut, Desi terlibat langsung dalam berbagai kegiatan edukatif yang mengasah kompetensi kepemimpinan sekaligus praktik kependidikan di lapangan.

Tak hanya aktif di organisasi kampus, Desi juga mengikuti Program Kampus Mengajar Angkatan 7. Program nasional tersebut memberinya pengalaman langsung berinteraksi dengan siswa di sekolah serta memahami realitas dunia pendidikan. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya tentang tantangan pendidikan sekaligus memperkuat komitmennya untuk berkontribusi sebagai calon pendidik.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/kolaborasi-unik-di-jogja-tamu-hotel-liberta-dijemput-bajaj-maxride/

Pilihan Desi menempuh pendidikan di UNY didasari reputasi kampus tersebut sebagai perguruan tinggi kependidikan terkemuka di Indonesia. Program Studi Pendidikan IPA dipilih karena dinilai mampu mengintegrasikan penguasaan konsep ilmiah dengan pemahaman fenomena alam. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual dan menantang untuk terus dieksplorasi.

Dalam keseharian perkuliahan, alumni SMAN 2 Ngaglik, Sleman ini menekankan pentingnya manajemen waktu, kedisiplinan, serta komunikasi yang baik dengan dosen dan rekan sejawat. Keaktifan dalam diskusi kelas serta pemanfaatan fasilitas akademik kampus menjadi bagian dari strategi belajarnya untuk menjaga konsistensi prestasi hingga meraih IPK hampir sempurna.

Selama menempuh pendidikan, Desi mengakui menghadapi tantangan akademik dan kejenuhan belajar. Namun, warga Sukoharjo, Ngaglik, Sleman ini berupaya menjaga fokus pada tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan sejak awal kuliah. Komitmen terhadap proses belajar tersebut menjadi kunci keberhasilannya menyelesaikan studi dengan hasil membanggakan.

Ke depan, Desi Safitri berencana melanjutkan studi pada bidang yang relevan dengan keilmuannya serta mengabdikan diri di dunia pendidikan. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNY dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Capaian sebagai lulusan terbaik jenjang sarjana pada wisuda periode ini menjadi penegasan bahwa prestasi akademik dapat dicapai melalui konsistensi, pengalaman lapangan, dan komitmen pada tujuan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *