Kolaborasi Olahraga JN dan Senam BEP, Dr. Drs. Sumaryadi, M.Pd. Dorong Lansia Tetap Aktif dan Sehat Menyeluruh

Digelar di Rumah Sehat (rS) IKAPEN UNY, Senam Bio Energy Power Diminati Para Pensiunan Dosen dan Tendik, Tekankan Olah Nafas dan Olah Gerak dari Kaki hingga Kepala

MCI – Yogyakarta, DIY | Sekitar 60 peserta, pensiunan dosen maupun tenaga kependidikan (tendik), mengikuti kegiatan olahraga kolaboratif berupa Jalan Nordik (Nordic Walking) yang dipadukan dengan Senam Bio Energy Power (BEP) di Rumah Sehat (rS) IKAPEN UNY, Ahad Legi (8/2/2026) pagi. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dr. Drs. Sumaryadi, M.Pd., Ketua IKAPEN UNY, sebagai upaya mendorong para lansia tetap aktif, kreatif, sehat, kuat, dan tetap semangat di masa purnatugas.

Sumaryadi menjelaskan, kolaborasi dua metode ini dilakukan agar kesehatan jasmani dan rohani terjaga secara utuh dan seimbang. Jalan Nordik difokuskan untuk menguatkan fisik dan keseimbangan dari perut ke bawah, sementara Senam BEP yang dilakukan dengan posisi duduk menitikberatkan pada penguatan perut ke atas melalui olah nafas dan olah gerak (ON–OG).

“Harapannya, dengan perpaduan ini, kesehatan bisa dirasakan secara menyeluruh, dari ujung kaki sampai ujung rambut, sisi luar maupun sisi dalam,” ujar Sumaryadi di sela pelaksanaan kegiatan.

Salah satu pelatih Senam BEP di rS IKAPEN UNY, Prof. Bambang Sumiarto, yang juga mantan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, menambahkan bahwa penggabungan Jalan Nordik dan Senam BEP bukan sekadar variasi gerak, melainkan rangkaian latihan terpadu yang saling melengkapi antara penguatan otot, pernapasan, keseimbangan, dan kesadaran tubuh.

Prof. Bambang menegaskan, Jalan Nordik melatih koordinasi gerak tangan dan kaki, postur tubuh, serta melancarkan peredaran darah. Sementara Senam BEP berfungsi memperkuat organ dalam, melatih pernapasan dengan rasio 1:2, serta membantu menciptakan koherensi antara tubuh dan pikiran.

“Secara materi latihan, Jalan Nordik berfungsi sebagai aktivasi fisik bagian bawah dan keseimbangan, sedangkan Senam BEP memperdalam kesadaran napas dan energi tubuh bagian atas. Jika digabungkan, manfaatnya menjadi lebih lengkap: tubuh bergerak, napas terlatih, dan pikiran menjadi lebih tenang,” jelas Bambang Sumiarto.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/rahasia-olah-napas-segitiga-bep-dibedah-dalam-pkp-pelatih-di-ugm/

Menurut Sumaryadi, kegiatan ini penting bagi para pensiunan agar tidak terjebak dalam pola hidup statis dan pasif. Ia menekankan bahwa masa pensiun bukan berarti masa untuk berhenti beraktivitas, melainkan fase baru untuk tetap produktif dan sehat.

“Jika dimungkinkan, pensiunan jangan hanya duduk-duduk diam di rumah. Tetapi, tetap punya aktivitas dan komunitas. Dengan begitu, pikiran tetap segar, sehingga tidak cepat pikun,” tambahnya.

Kegiatan senam di rS IKAPEN UNY ini pada dasarnya diperuntukkan bagi anggota internal (ordal), namun juga terbuka bagi masyarakat sekitar (orlu) dan tidak ada pungutan biaya. Peserta hanya diminta mengisi “dompet senyum”, yakni uang 10.000 yang “dicemplungkan” dengan senyum-simpul ke dalam dompet untuk konsumsi minum dan snack ringan peserta itu sendiri.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/joko-pintoyo-kembali-pimpin-kadin-gunungkidul-umkm-naik-kelas-dan-utara-disiapkan-jadi-pabrik-harapan/

Para pelatih atau pemandu kegiatan Senam BEP di rS IKAPEN UNY merupakan instruktur bersertifikat yang telah mengikuti training of trainer (TOT).

Lebih lanjut, kegiatan serupa juga berkembang di berbagai komunitas Rumah Sehat (RS) di Yogyakarta dan sekitarnya, dengan ragam latar belakang peserta, mulai dari pensiunan, petani, pedagang, ibu rumah tangga, hingga masyarakat umum, dengan tujuan sama: membangun kesadaran hidup sehat di usia lanjut.

Beberapa peserta yang sudah menghayati manfaat positif dari latihan ini memberikan testimony, misalnya dengan mengatakan sebelumnya ia kesulitan berjalan, setelah rutin mengikuti Senam BEP dan JN, kini mampu berjalan secara mandiri. Demikian halnya, kondisi kesehatan pasien yang mestinya memerlukan pendampingan medis, karena sebelumnya sudah aktif bergiat di JN dan BEP, di luar dugaan telah terjadi perkembangan positif yang mencengangkan, demikian dan seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *