MCI – Gunungkidul, DIY | Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Bima Sena, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, justru mampu menunjukkan kinerja positif dengan memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PAD) kalurahan.
Lurah Patuk, Catur Bowo, mengungkapkan bahwa BUMKal Bima Sena secara konsisten menyetorkan 40 persen dari total pendapatan ke PAD kalurahan. Bahkan sepanjang tahun 2025, pendapatan BUMKal tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Walaupun tahun 2025 kemarin kondisinya cukup sulit, karena andalan pemasukan kami berada di sektor pariwisata, BUMKal tetap bisa bertahan dan tumbuh. Adanya kebijakan dari Jawa Barat memang berdampak langsung pada kunjungan wisata dan pendapatan,” ujar Catur, Rabu (28/01/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 BUMKal Bima Sena menargetkan pendapatan sebesar Rp 40 juta, namun realisasi yang dicapai justru melampaui target, yakni sebesar Rp 43,7 juta. Dari capaian tersebut, kontribusi terhadap PAD Kalurahan Patuk mencapai Rp 42.490.516.
Menurut Catur, capaian ini tidak lepas dari kerja kolektif pengurus BUMKal serta kepercayaan masyarakat. Ia berharap pada tahun 2026 seluruh jajaran pengurus mampu meningkatkan kinerja dengan mengoptimalkan sektor-sektor potensial yang lebih berkelanjutan.
“Salah satu fokus kami ke depan adalah ketahanan pangan. Sekarang sudah mulai berjalan, yang ditanam berupa buah-buahan, dan alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi,” jelasnya.
Optimisme serupa juga disampaikan Direktur BUMKal Bima Sena, Ivan Medianta. Ia menyebutkan bahwa secara kelembagaan, BUMKal Bima Sena terus mengalami penguatan modal dan pengembangan unit usaha.
Berdasarkan laporan pertanggungjawaban tutup buku tahun 2025, modal awal BUMKal pada 2024 sebesar Rp 800 juta, kemudian meningkat signifikan menjadi Rp 1,6 miliar pada 2025. Modal tersebut dikelola untuk mengembangkan berbagai unit usaha strategis.
“Saat ini kami mengelola beberapa unit usaha, mulai dari SPAMDes, parkir, perdagangan, simpan pinjam, hingga ketahanan pangan yang terus kami kembangkan sebagai penopang ekonomi kalurahan,” ujar Ivan.

Ia menegaskan, pengembangan unit ketahanan pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pariwisata yang rentan terhadap kebijakan eksternal dan fluktuasi ekonomi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah kalurahan, pengelola BUMKal, dan partisipasi aktif masyarakat, BUMKal Bima Sena diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat kemandirian Kalurahan Patuk di tahun-tahun mendatang.















