MCI – Gunungkidul, DIY | Di tengah isu pemangkasan Dana Desa dan Dana Keistimewaan Kelurahan, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, justru menunjukkan langkah berani dan inspiratif.
Pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan lansia memadati Padukuhan Jeruk Kepek untuk mengikuti launching Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Gratis yang digagas secara mandiri oleh masyarakat.
Tak kurang dari 150 lansia hadir dengan wajah antusias dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi warga Kepek untuk terus bergerak menghadirkan layanan kesehatan yang dekat, murah, dan berkelanjutan bagi kelompok rentan, khususnya para lanjut usia.

Lurah Kepek, Bambang Setiawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Posbindu Jeruk Kepek merupakan posbindu mandiri ketiga yang diresmikan di wilayahnya. Namun, Posbindu Jeruk Kepek memiliki keistimewaan tersendiri.
“Yang membedakan, Posbindu di Jeruk Kepek ini betul-betul lahir dari masyarakat. Ini ajang belajar bersama, kolaborasi relawan dan warga. Ada pemeriksaan penyakit tidak menular seperti gula darah, tekanan darah, asam urat, kolesterol, dan konsultasi kesehatan. Kalau ditemukan indikasi lebih lanjut, akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, keberadaan Posbindu ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan dan kegelisahan kader kesehatan di tengah isu pemangkasan anggaran.
“Boleh Dana Desa dipangkas, boleh Dana Keistimewaan dikurangi, tapi semangat masyarakat Kepek untuk sehat tidak bisa dipangkas. Ini murni swadaya dan kolaborasi potensi yang ada. Inisiatif ini lahir dari lembaga adat dan perempuan. Ini luar biasa,” tegasnya.
BACA JUGA : https://mediacitraindonesia.com/umk-gunungkidul-2026-naik-593-persen-upah-minimum-tembus-rp-246-juta/
Dari sisi tenaga kesehatan, Ermy Apriyati, S.Tr.Keb., Bdn., selaku bidan pembina wilayah Kalurahan Kepek yang mewakili Kepala UPT Puskesmas Wonosari II, dr. Emilia Arum Pratiwi, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Posbindu mandiri tersebut.
“Ini percontohan yang sangat baik. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan oleh tim Puskesmas Wonosari II, meliputi cek gula darah, tensi, tinggi badan, lingkar perut, hingga konsultasi kesehatan dengan tenaga medis. Yang luar biasa, kegiatan ini direncanakan rutin satu bulan sekali,” ungkap Ermy.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan ini akan sangat membantu upaya promotif dan preventif kesehatan lansia, sekaligus meringankan beban layanan kesehatan formal.

Dari sisi peserta, rasa bahagia dan syukur tampak jelas. Sri Hartini, salah satu lansia peserta Posbindu, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan ini.
“Saya senang sekali. Biasanya pelayanan lansia itu tiga bulan sekali, tapi ini satu bulan sekali. Ini penting banget buat kami para lansia. Terima kasih kepada Pak Lurah, para dokter, tenaga kesehatan, dan semua yang sudah peduli,” ujarnya dengan wajah ceria.
Ia berharap program Posbindu Gratis ini dapat terus berjalan dan menjadi contoh bagi padukuhan lain.
Peluncuran Posbindu Gratis di Padukuhan Jeruk Kepek bukan sekadar kegiatan kesehatan, melainkan simbol perlawanan positif terhadap keterbatasan anggaran. Di saat banyak pihak diliputi kekhawatiran, warga Kepek justru menjawabnya dengan gotong royong, swadaya, dan kolaborasi lintas elemen.
Dari Jeruk Kepek, sebuah pesan kuat disampaikan: kesehatan warga adalah prioritas, dan kepedulian sosial tak pernah bergantung sepenuhnya pada besar kecilnya anggaran. Semangat inilah yang menjadikan Kalurahan Kepek tetap eksis, inovatif, dan penuh kejutan bahkan di masa sulit sekalipun.















