MCI – Yogyakarta, DIY | Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi mengukuhkan tiga guru besar perempuan dalam upacara akademik yang digelar di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY, Rabu (14/1/2026). Pengukuhan ini menjadi penanda penting komitmen UNY dalam memperkuat peran strategis akademisi perempuan sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan lintas disiplin untuk menjawab tantangan global yang kian kompleks.
Tiga akademisi yang dikukuhkan masing-masing adalah Prof. Dr. Christina Ismaniati, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Suhartini, M.S. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Prof. Dr. Farida Mulyaningsih, M.Kes. dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. Ketiganya dikukuhkan sebagai guru besar sesuai dengan kepakaran keilmuannya yang dinilai memiliki kontribusi signifikan bagi dunia pendidikan, sains, dan kesehatan.
Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa penambahan tiga guru besar perempuan ini bukan sekadar capaian individual, melainkan refleksi dari komitmen institusi terhadap kesetaraan dan keunggulan akademik. Saat ini, UNY memiliki 192 guru besar dari total lebih dari 1.514 dosen. “Guru besar tidak boleh berhenti pada diksi dan retorika, tetapi harus diwujudkan dalam karya nyata dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat,” tegasnya. Rektor juga mengungkapkan terdapat 106 dosen UNY yang telah eligible guru besar, serta rencana strategis mendorong dosen meraih gelar doktor pada usia 35 tahun agar dapat mencapai jabatan guru besar sebelum usia 50 tahun.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Christina Ismaniati, M.Pd. yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Ranting Ilmu Strategi Pembelajaran menekankan pentingnya pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, strategi pembelajaran harus dirancang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan kemanusiaan peserta didik. “Strategi pembelajaran yang tepat menjadi kunci terciptanya proses belajar yang bermakna, humanis, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Suhartini, M.S. menyoroti persoalan lingkungan melalui kepakarannya di bidang Bioremediasi. Ia menjelaskan bahwa pendekatan biologi dapat menjadi solusi ilmiah yang efektif dan ramah lingkungan dalam memulihkan kawasan tercemar. Menurutnya, bioremediasi merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem di tengah pesatnya pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam.

Melengkapi spektrum keilmuan, Prof. Dr. Farida Mulyaningsih, M.Kes. memaparkan pentingnya Ilmu Pembelajaran Aktivitas Ritmik dalam mendukung kualitas hidup peserta didik. Ia menilai gerak ritmik tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mental dan sosial. “Pembelajaran aktivitas ritmik mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, dan kegembiraan dalam proses belajar,” ungkapnya.
Pengukuhan tiga guru besar perempuan ini menegaskan posisi UNY sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong keunggulan riset sekaligus memperkuat peran perempuan dalam dunia pendidikan tinggi. Sinergi antara ilmu pendidikan, sains, dan keolahragaan diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan nasional serta menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.













